Jambi – PT Astra Honda Motor (AHM) bersama PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai keselamatan berkendara. Salah satunya melalui edukasi mengenai pentingnya menjaga jarak aman dengan kendaraan lain saat berkendara di jalan raya.
Kondisi lalu lintas yang dihadapi pengendara dapat berbeda-beda, mulai dari jalan yang lengang hingga kondisi padat merayap. Dalam situasi tersebut, masih banyak pengendara yang belum memahami bagaimana menentukan jarak yang aman dengan kendaraan di depannya.
Menjaga jarak aman penting dilakukan agar pengendara memiliki waktu yang cukup untuk bereaksi ketika menghadapi perubahan situasi di depan. Dengan jarak yang cukup, pengendara dapat melakukan antisipasi dan mengambil keputusan dengan lebih baik sehingga potensi terjadinya bahaya dapat diminimalkan.
Menurut panduan yang disampaikan Dinas Perhubungan, jarak aman berkaitan dengan kecepatan kendaraan. Semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin jauh pula jarak yang perlu dijaga dengan kendaraan di depan. Sebagai gambaran, ketika berkendara dengan kecepatan 40 km/jam, jarak aman yang perlu dijaga adalah sekitar 40 meter.
Sementara itu, AHM memperkenalkan metode jarak 3 detik yang dapat digunakan pengendara untuk membantu memperkirakan jarak aman dengan kendaraan di depan.
Agung Sanjaya, Safety Riding Instructor PT Sinar Sentosa Primatama, menjelaskan bahwa metode ini dapat dilakukan dengan menggunakan benda yang berada di tepi jalan sebagai titik acuan.
“Ketika kendaraan di depan kita melewati benda yang berada di tepi jalan, seperti pohon, tiang listrik, tiang rambu, atau benda lainnya, kita mulai menghitung dengan interval ‘seribu satu, seribu dua, seribu tiga’. Hitungan ini digunakan untuk mendapatkan perkiraan waktu tiga detik, bukan sekadar menghitung satu, dua, tiga dengan cepat,” jelas Agung.
Apabila kendaraan kita baru melewati titik acuan setelah hitungan mencapai “seribu tiga”, maka jarak waktu dengan kendaraan di depan sudah mencapai sekitar tiga detik. Namun, apabila kendaraan kita sudah melewati titik acuan sebelum hitungan selesai, artinya jarak masih terlalu dekat dan pengendara perlu menyesuaikan kembali kecepatan serta jarak dengan kendaraan di depan.
“Memberikan jarak yang cukup membuat kita memiliki waktu lebih untuk merespons apabila terjadi sesuatu di depan. Karena itu, jangan hanya fokus pada kecepatan, tetapi juga perhatikan jarak dengan kendaraan lain agar perjalanan tetap aman,” tambah Agung.
Assistant Manager Marketing Communication Sinsen, Frank Setia, mengatakan bahwa edukasi keselamatan berkendara merupakan bagian dari komitmen Honda untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat, tidak hanya melalui produk, tetapi juga melalui berbagai aktivitas edukasi.
“Semangat Sinergi Bagi Negeri terus kami wujudkan melalui berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara. Kami berharap edukasi sederhana seperti memahami jarak aman ini dapat menjadi kebiasaan positif yang diterapkan dalam aktivitas berkendara sehari-hari,” ujar Frank.
Frank juga mengajak masyarakat Jambi untuk tidak hanya mendapatkan edukasi secara teori, tetapi juga mempraktikkan langsung teknik berkendara yang aman melalui fasilitas pelatihan yang tersedia di Sinsen Safety Riding Center.
“Bagi masyarakat yang ingin belajar lebih jauh mengenai keselamatan berkendara, kami mengajak untuk mengikuti pelatihan di Sinsen Safety Riding Center. Pelatihan ini gratis dan terbuka untuk masyarakat yang ingin meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan berkendara dengan aman dan benar. Mari bersama-sama menjadi pengendara yang lebih tertib, peduli, dan selalu #Cari_Aman,” tutup Frank.
Melalui edukasi keselamatan berkendara ini, AHM bersama Sinsen mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan berkendara yang lebih aman dan bertanggung jawab. Menjaga jarak aman, menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan, serta selalu waspada menjadi bagian penting dalam menciptakan perjalanan yang aman bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.